Padahal, beberapa bulan lalu, pengajuan pengangguran per pekan tak sampai 200 ribu. Menurut Heidi Shierholz, Ekonom di Economic Policy Institute, jumlah klaim meningkat 20 kali dibandingkan sebelum masa penyebaran virus corona atau sekitar lima kali lebih buruk dibanding selama krisis keuangan 2007-2009 silam.
Sementara, menurut Kepala Ekonom AS di Capital Economics Paul Ashworth, penurunan jumlah pengangguran tidak berarti mengindikasikan perubahan positif.
Studi awal menunjukkan pekerja berpenghasilan rendah sangat berisiko kehilangan pekerjaan. Sementara, kaum minoritas seperti keluarga kulit hitam dan keturunan Spanyol diprediksi menanggung beban biaya ekonomi akibat krisis ini.
Menghadapi situasi yang berkembang, AS terus berupaya memproses volume pengajuan tunjangan pengangguran. Agen negara bagian Florida mengatakan telah membayar setidaknya 14 persen dari pengajuan yang diterima pada 15 Maret.
Lebih dari seperempat pengajuan di Florida ditolak karena para pelapor dinyatakan tidak memenuhi syarat program tunjangan pengangguran reguler. Sementara yang lain, kemungkinan masih memenuhi syarat untuk mendapat program bantuan pengangguran di tengah corona yang dibuat kongres dalam paket bantuan US$2 triliun bulan lalu.
Anggota parlemen juga memperpanjang sementara program pengangguran ke kontraktor independen, wiraswasta, pekerja pertunjukan dan yang terkendala dampak virus corona. Selain itu, negara-negara bagian juga memperbarui sistem komputer untuk memproses jenis-jenis pengajuan baru.
Editor : John.W















