Makanya lanjut Doni langkah pencegahan menjadi fokus yang harus dilakukan bekerjasama dengan semua komponen masyarakat. Seperti tokoh agama, budayawan, pemuda dan lainnya dengan menggunakan bahasa daerah yang mudah dimengerti agar program dan sosialisasi dari pusat sampai ke daerah.
” Banyak masyarakat lebih mendengar pesan dari mereka. Jadi kota harap kepatuhan untuk disiolin diri lahir bukan karena ketakutan tapi atas kesadaran sendiri,” jelasnya.
Terkait ketersediaan APD dan sejenisnya, Doni mengatakan sejauh ini sudah banyak yang mereka diatribusikan ke daerah. Seperti misalnya APD yang mencapai 1,6 juta, kemudian rapid tes yang hampir mencapai 1 juta juga sudah disebar ke berbagai daerah.
” Walaupun rapid tes ada kekurangan dan biayanya tinggi tapi ini bjsa memberi rasa percaya diri masyarakat. Dan ini akan tetap kita lakukan selama stok mendukung begitu juga APD,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu Doni juga menghimbau soal adanya data yang kurang sinkron antara pengiriman pusat dengan daerah soal penerimaan baik APD dan rapid tes. ” Jangan sampai kelak perbedaan ini menjadi temuan. Saya minta petugas logistik cek itu,” tandasnya. (Ril)
Editor : Jhonny













