Khusus untuk OKU Selatan, Herman Deru meminta Bupati secepatnya berkoordinasi dengan PU Bina Marga Sumsel untuk memperbaiki 7 jembatan yang rusak agar bisa kembali menghubungkan kegiatan perekonomian setempat.
” Intinya jalur-jalut perekonomian misal dari sentra produksi ke pasar. Jalan yang tertimpah longsoran atau jembatan rusak segera PU di daerah bersinergi dengan PU Provinsi,” jelasnya.
Sedangkan untuk Kabupaten OKU Timur, HD meminta Bupati OKUT mengevaluasi pengoperasian pintu air di Bendung Berjaya. Sehingga tidak terganggu kinerjanya saat lampu padam dan lebih mudah dikontrol saat debit air meninggi.
Selain itu HD juga menginstruksikan agar bupati dan walikota menggunakan bantuan untuk Karhutla untuk membeli radio penghubung untuk berkoordinasi antara BPBD Sumsel di lima zona dengan BMKG terkait prakiraan cuaca.
Sementara itu Bupati OKU Selatan Popo Ali menjelaskan bahwa banjir bandang yang terjadi sejak hari Jumat (8/5) berdampak pada ribuan warganya. Namun sejauh ini sudaj ada 1.314 KK yang berada di bantaran sungai yang sudah mereka evakuasi.
“Alhamdulillah walau air meluap dari beberapa sungai sebabkan debit meningkat signifikan kondisi masih aman dan Subuh tadi air mulai turun. Namun prediksi cuaca tidak menentu bahkan ekstrem jadi kami tetap siaga,” jelasnya.
Berdasarkan penuturannya, terdapat sedikitnya 7 jembatan yang putus di wilayahnya. Terdiri dari 3 jembatan gantung dan 4 jembatan beton. Selain itu ada juga belasan titik longsor, dan 1 jalan provinsi terputus karena box culvert hanyut.
Sementara itu Bupati OKUT Kholid Mawardi mengatakan banjir mulai masuk ke perkampungan warganya pada Sabtu (9/5) melewati 8 kecamatan. Akibatnya terdata 6.600 KK terdampak banjir atau sekitar 26 ribu jiwa.
“Sebagian kami titipkan ke tempat warga yang lebih tinggi,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinsos Sumsel Mirwansyah mengaku sudah menyiapkan sejumlah bantuan beras untuk warga yang terkena dampak banjir tersebut. “Semuanya kita data dulu di dua Kabupaten itu, dan akan kita siapkan bantuan paket beras untuk kebutuhan pangan mereka,” jelasnya. (Ril)













