Menurutnya, Bank BRI ini, sebagai bank koordinator dan akan mengikuti jadwal operasional dari Bank Indonesia (BI), untuk penukaran uang kecil, BRI tetap menyediakan pelayanan tersebut, namun hanya dilakukan pada Kantor Cabang Utama (KCU) untuk saat ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang buka penukaran bersama bank lain di pelataran pakir dibawah jembatan Ampera. Pencadangan uang yang akan digunakan dalam proses penukaran uang kecil, diproyeksikan sekitar 16 M, sementara ketersediaan uang di atm dicadangkan 2 kali lipat dari 100 persen. Meskipun begitu, BRI yakin terhadap siklus perputaran uang yang terjadi di ATM, disebabkan ATM BRI memiliki dua layanan, yakni layanan setor dan tarik tunai, namun untuk perputaran uangnya tetap stabil.
“Sedangkan untuk pelayanan Mobile Banking BRI mengalami peningkatan, sedangkan untuk mengatasi kendala dari ATM yang bermasalah, BRI menyiapkan tim teknisi yang siap untuk memperbaiki kerusakan ATM tersebut secepatnya dan sistem pada setiap ATM terkoneksi ke Kantor. Permasalahan yang sering terjadi biasanya pada Atm yaitu Cash Low, dan Vandalisme. Untuk mengantisipasi tersebut, BRI telah melakukan pengaman an disetiap ATM dengan memasang CCTV, kerangkeng dan pemindahan ATM ke tempat yang dirasa lebih aman. Sementara untuk ATM yang jarak jauh, BRI bekerja sama dengan Vendor untuk memonitoringnya.” tutupnya. (eh)
Editor : Chandra













