KORDANEWS – Pemerintah Korea Utara dilaporkan menolak usulan yang diajukan oleh Korea Selatan yang hendak mengirimkan perwakilan untuk mencari jalan keluar terkait ketegangan yang terjadi di antara kedua negara dalam beberapa waktu belakangan.
Seperti dilansir kantor berita Korea Selatan, Yonhap, yang mengutip kantor berita Korea Utara, Korea Central News Agency (KCNA), Rabu (17/6), pada Senin lalu Korut menolak usulan Presiden Korsel, Moon Jae-in, yang hendak mengutus perwakilan khusus ke Pyongyang untuk menemui Pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Akan tetapi, adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menanggapi usulan Moon dengan datar dan mengatakan tawaran tersebut tidak berdasar dan tidak elok.
Hubungan kedua negara kembali tegang sejak beberapa pekan lalu akibat ulah aktivis konservatif Korsel yang mengirim paket berisi selebaran, uang dollar Amerika Serikat dan keping data dalam balon udara ke Korut dari wilayah perbatasan.
Korut menilai Korsel gagal menghentikan aktivitas yang dinilai menghasut. Namun, Korsel berdalih hal itu adalah bagian dari kebebasan berpendapat.
Korsel kini sudah mencegah para aktivis konservatif melakukan hal itu.
Korut juga sebelumnya sudah memutus sejumlah saluran komunikasi dengan Korsel. Antara lain jaringan telepon umum terbatas, jaringan komunikasi kantor penghubung dan militer, jalur komunikasi Timur dan Barat, saluran komunikasi intra-Korea, dan saluran khusus (hotline) antara presiden Korsel dan pemimpin Korut.













