Akan tetapi, diduga saluran komunikasi Badan Intelijen Korsel dan Departemen Luar Negeri Korut diduga masih berfungsi.
Pembangunan jaringan komunikasi itu diresmikan pada 2000 lalu di masa kepemimpinan Presiden Korsel Kim Dae-jung dan mendiang Pemimpin Korut, Kim Jong-il. Namun, sejak itu fasilitas tersebut jarang digunakan, dan baru diaktifkan ketika Korut hendak mengirim perwakilan dalam Olimpiade Musim Dingin 2018.
Tentara Korut pada Selasa kemarin pukul 14.49 waktu setempat meledakkan gedung kantor penghubung intra-Korea yang terletak di kawasan industri Kaesong dengan dinamit. Mereka juga menetapkan Kaesong dan kawasan wisata Gunung Kumgang menjadi wilayah militer terbatas.
Selain itu, angkatan bersenjata Amerika Serikat yang bertugas di Korea Selatan dilaporkan mengutus dua pesawat intai, yakni Lockheed EP-3E milik Angkatan Laut AS dan Beechcraft RC-12X Guardrail, terbang di atas ibu kota Seoul di tengah situasi yang memanas di kawasan perbatasan.
Korsel menyatakan sangat kecewa dengan keputusan Korsel meledakkan gedung itu dan menetapkan Kaesong serta Gunung Kumgang menjadi wilayah militer.
Editor: John.W













