KORDANEWS – MUARAENIM – Warga Penemuan mayat Laki-laki dijalan menuju Desa Embacang,Kecamatan Kelekar kabupaten muaraenim, ditepi jalan dalam keadaan tengkurap, pada sekitar 05.20 wib, ciri-ciri mayat pakai baju kaos merah, celana jeans biru, ditemukan oleh masyarakat yang lagi melintas dijalan tersebut.
Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno SH SIK bersama Kanit Reskrim dan jajarannya, setelah mendapatkan laporan dari warga langsung menuju TKP, Kapolsek Gelumbang dan jajarannya didampingi Camat Kelekar dan Kepala Desa Embacang, segera membawa mayat tersebut dengan menggunakan Ambulance Desa Embacang, dibawa ke RSUD Gelumbang untuk di visum dan diotopsi.
“Setelah mendapat laporan Kita Jajaran Polsek Gelumbang menuju TKP, dan benar ada mayat Laki-laki tergeletak dipinggir jalan dengan keadaan tertelungkup, mengenakan baju kaos panjang warna merah, dan memakai celana jeans panjang warna biru, dan belum tahu identitas korban, segera kita bawa ke RSUD Gelumbang untuk dilakukan visum.” Ujar Kapolsek Gelumbang.
Lanjut dirinya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil visum dari dokter, “saat ini kita masih menunggu hasil visum dokter, disebabkan apa korban meninggal dunia, dan sekarang sudah ada warga Desa Menanti kecamatan Kelekar Darmadi dan Matsri, yang mengakui bahwa korban adalah keluarganya, dan sekarang masih dalam penyelidikan,” terangnya.
Saat mendapat kabar bahwa ada penemuan mayat yang sekarang di RSUD Gelumbang, Darmadi dan Matsri warga Desa Menanti kecamatan Kelekar, mendatangi ke UGD RSUD Gelumbang untuk memastikan apakah mengenali korban, setelah dilihat ternyata memang benar Korban adalah keluarga mereka yang bernama Simun Dawai (20) warga Desa Menanti kecamatan Kelekar Kabupaten Muaraenim, yang tidak pulang dari semalam.
Ipar korban Darmadi (34) menjelaskan terakhir melihat korban berada dirumah sekitar pukul 18.00 wib pada hari Kamis 24 Juni 2020, “setelah itu kami tidak melihat lagi korban ini pergi dengan siapa, dan korban ini ada 6 saudara dia anak ke empat,”ungkap Darmadi
Senada juga dengan Paman korban Matsri (52), menjelaskan korban ini pekerjaannya sehari-hari serabutan, “dirinya bekerja serabutan kadang ambil upahan tebas kebon atau membantu masyarakat dalam membuka lahan dan sebagainya, dan korban masih bujangan”jelasnya.
Editor : Chandra.













