1. Simpan daging dengan benar
Ketika Anda membeli daging mentah di pasar atau supermarket, daging tersebut biasanya tidak disimpan di lingkungan yang steril. Oleh karena itu, segera simpan daging di dalam kulkas.
Masukkan daging ke dalam kantong plastik atau wadah yang tertutup rapat. Apabila Anda akan memasak daging tersebut dalam waktu 2-3 hari, simpan di bagian bawah kulkas.
Namun, jika Anda berencanamenyimpan daging dalam waktu lama, letakkan daging di dalam freezer. Ketahanan daging mentah saat disimpan di dalam freezer adalah sekitar 3-4 bulan.
2. Hindari defrost daging dengan suhu ruangan
Tips lain sebelum memasak daging adalah memperhatikan proses defrost. Defrost adalah proses “mencairkan” daging yang baru saja dikeluarkan dari freezer. Dalam melakukan defrost, sebaiknya hindari meletakkan daging begitu saja dengan suhu ruangan.
Dikutip dari situs USDA Food Safety and Inspection Service, ketika daging dibiarkan pada suhu ruangan, tepatnya di antara 4-60 derajat Celsius, daging akan menjadi sarang perkembangbiakan bakteri yang ideal. Dengan kata lain, bakteri akan bertumbuh dengan sangat cepat pada suhu tersebut.
Anda dapat mencoba mencairkan daging dengan cara memasukkan ke dalam kulkas bawah, air dingin, atau menggunakan microwave. Dengan ini, bakteri tidak akan berkembang biak di dalam daging secara cepat.
3. Memasak dengan suhu yang tepat
Tips terpenting saat memasak daging adalah memastikan suhu daging tersebut. Cara yang paling aman adalah dengan menggunakan termometer makanan.
Termometer makanan dapat Anda tusuk ke dalam daging saat daging tengah dimasak. Kebanyakan bakteri sudah mati saat suhu di bagian dalam daging mencapai 62-82 derajat Celsius.
Sebaiknya, jangan mengandalkan perkiraan kasar apakah daging Anda sudah matang dengan sempurna atau belum. Dengan menggunakan termometer makanan, Anda dapat memastikan suhu dalam daging dengan akurat dan Anda akan terhindar dari risiko keracunan makanan.
Editor : John.W













