KORDANEWS – Anda suka makan makanan berbahan dasar ubi? Jika selama ini Anda lebih sering menggunakan ubi jalar, maka tidak ada salahnya untuk mencoba ubi ungu. Dibandingkan ubi pada umumnya, ubi ungu memiliki warna yang lebih cantik sehingga tak hanya membuat rasa makanan jadi manis di lidah tapi juga manis dipandang. Selain itu, ternyata ada banyak manfaat ubi ungu bagi kesehatan, lho!
Manfaat ubi ungu untuk kesehatan
Warna sayur dan buah tidak hanya membuat warna makanan jadi lebih cantik, tapi juga menunjukkan kandungan gizi di dalamnya. Termasuk juga pada ubi ungu.
Warna ungu pada ubi ini berasal dari antosianin, zat antioksidan yang berperan sebagai penangkal penyakit. Seperti yang diketahui, kandungan antioksidan pada suatu bahan makanan mampu mengurangi peradangan sekaligus risiko penyakit kronis di masa mendatang.
Selain itu, masih ada banyak manfaat ubi ungu untuk kesehatan, antara lain:
1. Melindungi tubuh dari paparan radikal bebas
Ubi ungu dikenal sebagai jenis umbi-umbian yang mengandung kaya antioksidan, termasuk antosianin dan vitamin C. Antioksidan ini diperlukan untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Radikal bebas sebetulnya diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, jika paparan dari luar terlalu berlebihan, maka hal ini juga bisa memicu sejumlah penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan saraf.
Efek perlindungan pada tubuh juga diperkuat dengan adanya vitamin C pada ubi ungu. Studi menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C dapat meningkatkan kadar antioksidan hingga 35%. Alhasil, risiko terkena penyakit kronis pun dapat diminimalisir sebaik mungkin.
2. Membantu mengendalikan gula darah
Ekstrak ubi ungu mengandung flavonoid yang mampu mengurangi stres oksidatif dan melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas. Hal ini memberikan dampak yang signitifkan terhadap berkurangnya resistensi insulin pada pasien diabetes tipe 2.
Indeks glikemik ubi ungu juga tergolong rendah yakni 24. Itu artinya, asupan karbohidrat dari makanan akan lebih lambat dipecah menjadi gula sehingga tidak langsung membuat gula darah Anda melonjak.
Baca Selengkapnya: Kenali Berapa Glikemik Indeks di Dalam Makanan Kamu













