Angka kesembuhan harian tertinggi berada di DKI Jakarta dengan tambahan 952 kasus dan kumulatifnya mencapai 45.123 kasus. Diikuti Jawa Barat dengan tambahan 331 kasus dan kumulatifnya mencapai 8.650 kasus. Ketiga harian terbanyak berada di Jawa Timur dengan tambahan 281 kasus dan kumulatifnya mencapai 31.866 kasus.
Selain itu kasus meninggal pada minggu ini rata-rata 105 kasus atau meningkat sebesar 25% dibandingkan minggu lalu. Secara persentasenya, rata-ratanya juga meningkat. Dari 3% menjadi 7% pada minggu ini. Per hari ini saja ada tambahan 122 kasus dan totalnya mencapai 9.222 kasus.
“Sejak bulan September, angka kematian ini perlu menjadi perhatian. Jika dilihat dari kelompok usia, ternyata 80% berasal dari kelompok usia di atas 45 tahun. Kelompok usia ini harus benar-benar menjaga kesehatannya dan tidak berkegiatan di luar rumah dan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.
Jumlah kematian mingguan tertinggi berada di Jawa Timur yaitu 218 kematian. Namun peningkatan tertinggi ada di Sumatera Barat. Ada 4 besar kota yang menjadi sorotan yakni Kota Surabaya, Kota Semarang, Jakarta Pusat dan Kota Makassar karena memiliki laju kematian tertinggi per 100 ribu penduduk.
Jika melihat laju kematian maka Bali, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur dalam seminggu terakhir. Karenanya pada usia rawan, tambah Wiku, diimbau tidak menggunakan kendaraan umum untuk mencegah penularan.
“Hal itu juga berlaku pada kelompok usia produktif rentang 19 – 45 tahun. Kelompok usia produktif ini dengan mobilitas tinggi dan frekuensi sosial juga tinggi dan berpotensi menjadi carrier dan tidak menularkan pada usia rentan,” pintanya. (Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan PEN/EN)
Editor : John.W













