Entertainment

Resep Rahasia di Balik Goosebumps Di Bongkar Oleh R.L Stine

×

Resep Rahasia di Balik Goosebumps Di Bongkar Oleh R.L Stine

Share this article

KORDANEWS – Pencipta serial novel horor legendaris, Goosebumps, R.L Stine mengungkapkan resep rahasia mengapa karyanya begitu sukses membuat pencinta horor merinding bulu roma dan candu padanya.
R.L Stine merupakan salah satu serial fiksi horor yang amat terkenal di kalangan remaja dekade ’90-an, Goosebumps. Serial ini terbit aslinya pada Juli 1992 hingga Desember 1997 dalam 62 buku.

Goosebumps kemudian terbit dalam berbagai versi. Versi lepasan terbit pada Oktober 1994 hingga Februari 2000. Kemudian novel ini dilanjutkan kembali pada April 2008 hingga kini.

“Orang-orang suka akan rasa takut ketika mereka tahu bahwa mereka tetap aman pada waktu yang bersamaan,” kata Stine dalam wawancara dengan ET, baru-baru ini. “Dan saya rasa itulah rahasia semua ini,”

“Ketika orang mengambil buku Goosebumps saat ini, mereka tahu ini akan mengerikan. Akan ada banyak kejutan dan hal yang tak diduga, namun itu justru membuat mereka merasa baik-baik saja, seperti sebuah roller coaster,”

“Ini akan melegakan mereka dan membuat mereka merasa aman dan tak pernah terasa berlebihan. Saya pikir itulah daya tariknya,” kata Stine.

Goosebumps terbilang bukan serial dengan cerita yang berkelanjutan. Masing-masing buku biasanya mengisahkan petualangan horor yang berbeda, namun masih mengikuti satu pola besar yang sama.

Pola besar dari Goosebumps itu adalah mengikuti kisah seorang atau sekelompok anak-anak atau remaja, yang kemudian terjebak dalam situasi yang menakutkan.

Biasanya, situasi menakutkan itu berkaitan dengan monster atau hal gaib lainnya. Uniknya, beberapa karakter monster kerap muncul dalam berbagai cerita.

Kala dirilis, Goosebumps amatlah sukses, termasuk di Indonesia. Total, sudah ada 235 buku Goosebumps yang terbit dengan jumlah yang tercetak mencapai lebih dari 400 juta eksemplar.

Sebelum sukses dengan Goosebumps, R.L. Stine ternyata adalah seorang penulis komedi. Hal itu pula yang kemudian berpengaruh pada gaya penulisan dalam Goosebumps, yaitu horor namun sekaligus jenaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *