‘’Untuk itu, sekali lagi kalau boleh usul, kiranya waktu pelaksanaan TMMD bisa diundur menjadi dua bulan. Paling tidak akan bisa menuntaskan persoalan infrastruktur yang ada di desa kami,’’ tambah Suparno.
Panjang lebar, Koptu Gigik menjelaskan tentang pelaksanaan TMMD, termasuk waktu yang sudah diatur ketat, yakni satu bulan. Suranto dan sejumlah rekannya akhirnya bisa memahami, dan berharap kelak jika para prajurit sudah kembali ke kesatuannya masing-masing, mau menjaga silaturahmi dengan warga Jatiiwarno.
Editor : Redaksi













