FeaturedSumsel

Di Tengah Pandemi Warga Bantaran Sungai Musi Tetap Produktif

×

Di Tengah Pandemi Warga Bantaran Sungai Musi Tetap Produktif

Share this article

KORDANEWS — Melewati jalan amblas dan berlubang tidak rata, akhirnya sampai juga di Jalan Sungai Pedado RT 20-21 RW 05, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang

Hidup di bantaran Sungai Musi, aktivitas warga sekilas hampir tidak terlihat, apalagi pandemi COVID-19 membuat warga setempat terkadang takut untuk beraktivas di luar.

Meski hidup dibantaran sungai, cukup mengejutkan terlihat banyak kelompok masyarakat yang aktif berkebun hidroponik di belakang pekarangan rumah, hingga membuat olahan jamur dengan kemasan menarik.

Salah satu mitra binaan Pertamina di RT 20, Mulyadi (43 tahun) mengakui, saat ini aktivitas masyarakat berkurang dari biasanya. Tidak ada aktivitas berkumpul sejak pandemi COVID-19 melanda.

Rumah Belajar Ceria (RBC) program CSR dari Pertamina tidak beroperasional sementera waktu. COVID-19 telah membuat pembatasan jarak anak-anak untuk menuntun ilmu, meski begitu anak-anak masih bisa belajar secara online.

“Bertani dan mencari ikan masih dilakukan masyarakat di sini. Meski COVID-19 melanda, warga masih banyak yang aktif berkebun hydroponik, salah satunya sayur pakcoy, tanaman herbal dan lainnya,” kata Mulyadi, Kamis (15/10).

Mulyadi mengungkapkan, sebelum dibina Pertamina, dirinya tidak mengatahui apa itu hidroponik dan teknik berkebun jenis ini. Namun berkat program Pertamina sejak 2018 yang lalu, saat ini jenis tanaman hidroponik sudah mulai banyak jenisnya termasuk buah semangka.

Mulyadi menyebutkan, ada sekitar 35 rumah warga yang aktif berkebun di sini. Paling banyak diproduksi adalah sayur pakcoy. Tiap kali panen, satu warga bisa menjual 20 kg sayur pakcoy.

“Masa tanam sayur pakcoy ini bisa mencapai 37 hari atau sekitar 5 pekan sejak pembibitan. Sayuran dijual secara berkelompok agar mudah dipasarkan,” kata Mulyadi.

Mulyadi mengakui, tingkat pemesanan sayur pakcoy memang sempat berkurang sejak pandemi, namun saat ini permintaan mulai kembali bergairah, bahkan cenderung tinggi.

“Allhamdulillah meski COVID-19 melanda, warga di sini ada aktivitas produktif yang dapat dilakukan. Kami berharap agar pandemi ini bisa segara berakhir dan situasi kembali normal,” katanya.

Menanam secara hidroponik sayur pakcoy juga dilakukan ibu-ibu rumah tangga seperti Marisa (41). Menurutnya, saat ini hanya ini pekerjaan yang bisa dijalani, sembari mengurus anak. Namun dirinya bersyukur, masih tetap bisa produktif di tengah pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *