FeaturedSumsel

Di Tengah Pandemi Warga Bantaran Sungai Musi Tetap Produktif

×

Di Tengah Pandemi Warga Bantaran Sungai Musi Tetap Produktif

Share this article

“Meski tidak banyak, hal inilah yang bisa dilakukan saat ini. Apalagi, dampak virus corona ini hampir semua sektor terdampak. Sebagai ibu rumah tangga, masih bersyukur bisa berkebun hidroponik ini,” katanya.

Ibu-ibu rumah tangga di sini mengaku sangat bersyukur ada program Pertamina yang membuat aktivitas masyarakat lebih produktif. Namun tidak dapat dipungkiri COVID-19 juga menurunkan minat pasar, seperti jamru crispy.

Ida (45 tahun), salah satu kelompok pengelola jamur mengatakan, saat ini pesanan masih ada dan dibantu oleh para pembimbing dari Pertamina. Namun memang jumlah tidak sebanyak sebelum pandemi.

“Ibu-ibu di sini masih aktif memproduksi dan mengemas jamur crispy, jika ada yang pesan pihaknya masih bisa memproduksi bahkan jika diminta dalam jumlah banyak,” kata Ida.

Kelompok ibu rumah tangga ini bahkan pernah menerima pesanan hingga 1.000 bungkus jamur crispy dalam waktu produksi tiga hari. Jika pun saat ini ada yang memesan, mereka bahkan bisa mengerjakan dalam waktu cepat.

Ida mengatakan, saat ini anggota kelompok rumah tangga ada 6 orang.Jamur crispi ini dijual dengan harga Rp 10.000 dan menggunakan kemasan yang tahan untuk jangka waktu hingga 4 bulan. Pemasaran yang dilakukan mulai dari lokal hingga ke Jakarta.

Pihaknya berharap agar pandemi ini dapat berlalu dan permintaan kembali normal. Sehingga kehidupan masyarakat sekitar dapat lebih produktif lagi. “Kami berharap agar pandemi ini segara berakhir, dan permintaan jamur crispy semakin meningkat,” kata Ida.

Seperti diketahui, di Sungai Pedado ini, Pertamina melakukan program kemitraan dan CSR. Program yang dilakukan diantaranya rumah jamur, kebun hidroponik, pengolahan jamur crispy bagi ibu-ibu rumah tangga dan program kemitraan lainnya.

Pertamina juga menyediakan sarana untuk kegiatan belajar mengajar dan kegiatan kreativitas anak-anak. Ada kendaraan kapal tongkang yang dapat digunakan untuk menjemput anak sekolah di sekitar bantaran Sungai Musi.

Pada kawasan perkampungan di Sungai Pedado ini pun saat ini sudah mulai banyak warga yang mengembangkan perkebunan hidroponik. Namun tidak dapat dipungkiri COVID-19 memberi dampak yang cukup signifikan terhadap aktivitas marsyarakat. (Ab)

Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *