“Pas mereka mengambil tas aku pura-puran takut dan tidak berani melawan karena sudah rekayasa. Karena takut pacar saya pun mintak tolong sambil berteriak. Mereka pun lari semua sambil membawa tas lalu meninggal motornya karena takut di kejar warga,” katanya.
Darman mengungkapkan, atas kejadian tersebut dirinya bersama pacarnya pun membuat laporan kejadian penondongan itu. Dirinya pun menjadi saksi atas kejadian tersebut karena pacarnya tidak sama sekali kalau dirinya lah juga pelakunya.
“Iya dia tidak tau sama sekali kalau saya juga ikut melakukan pendorongan itu sampai sekarang, kami sudah tidak pacar lagi putus dan kabarnya dia sudah menikah,” tutur Darman.
Selanjutnya, setelah kejadian tersebut dirinya langsung melarikan diri ke Medan dan berkerja disana sebagai petugas tol. Kemudian saya di pindahkan tugas ke tol Indralaya sudah hampir 8 bulan di Palembang.
Sementara Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi didampingi Kanit 3 Kompol Junaidi mengatakan, anggota kami berhasil meringkus tiga penodonganan yang terjadi dua tahun lalu. Ketiga pelaku ditangkap di rumah masing-masing. Sementara satu pelaku meruoak otak penodonganan masih dalam pengejaran anggota.
Modus mereka sendiri sangat unit dimana satu pelaku merupakan pacar korban, yang dimana sudah merekayasa aksi penodongan tersebut. Setelah terjadi mereka pun membuat laporan kepolisi dengan ditemani oleh pelaku Darman mereka pun saat ini masih dalam pemeriksaan anggota kami. (Dik)













