KORDANEWS-Dengan adanya kemajuan di bidang teknologi, pada saat ini pelaku usaha mulai dari tingkat bawah sampai pada tingkat paling atas sudah menggunakan alat pembayaran non tunai QRis yang dikeluarkan dari Bank Indonesia, untuk mempermudah melakukan transaksi walaupun berada di rumah.
Hal ini disampaikan oleh Hari Wibowo selaku Kepala Bank Indonesia cabang wilayah Provinsi Sumatera Selatan kepada KordaNews mengatakan “Alat transaksi QRis itu mudah, unggul, langsung dan untung, jadi kalau kita membicarakan digitalisasi jangan membayangkan sesuatu yang hightec yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat” ungkapnya setelah mengadakan pertemuan tahunan Bank Indonesia 2020, Optimisme Pemulihan Ekonomi di Arista Hotel Palembang.
Dikatakannya, sekarang ini penjual jamu sudah memakai digitalisasi, penjual rujak yang dorong pun sudah memakai digitalisasi, kalau di pasar-pasar para pedagang ada menggunakan kalung seperti ini (Ada Kartunya) mereka tinggal akses saja.
“Kalau dibilang digitalisasi hanya untuk sekmen tertentu saja, itu tidak sepenuh nya benar, kalau kita dilihat di Solo ada tungkang Bakso sudah memasang stiker yang ada barkotnya, jadi tinggal scanprint sudah bisa” tambahnya.













