“Tahun ini pengamanan berbeda dari tahun sebelumnya, sebab kita berada di tengah-tengah wabah COVID-19. Kami telah melakukan koordinasi dengan pengurus-pengurus gereja serta tokoh-tokoh yang berkepentingan, sehingga protokol kesehatan juga dapat diterapkan dalam ibadah Misa Natal yang akan dilakukan,” katanya.
“Untuk anggota gabungan mulai dari TNI dan Polri serta anggota lainnya dari Pemkot Palembang turut bekerja sama dalam pengamanan serta melakukan penerapan disiplin protokol kesehatan.
Anggota TNI yang dilibatkan ada 15.842, Polri 83.917 dan 5568 dari anggota instansi lainnya. Sat Pol PP kota Palembang akan mengerahkan 66 anggotanya untuk disebar di 11 titik dan personil Dishub sebanyak 114 dan 2 mobil derek.
Untuk personil lainnya akan ditempatkan di 1.600 di 7 pos pengamanan guna menjalankan kegiatan Kamseltibcar Lantas serta dan 675 di pos pelayanan mulai pengamanan dipusat pelayanan seperti Mal, bandara dan Stasiun.
“Saya rasa pengamanan ini tidak boleh dianggap agenda rutin tahunan saja karena ditengah kondisi Covid 19 kita harus lebih cekatan dan tegas dalam menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Menurutnya lagi, untuk hiburan dan lain-lain saat Natal dan tahun baru tidak boleh melakukan kegiatan kerumunan serta keramaian, lebih baik diam di rumah atau melakukan ibadah di rumah













