PeristiwaSumsel

PT Angkasa Pura II Berbasis Layanan QR Code dan Facial Recognition Siapkan untuk Seluruh Proses di Bandara

×

PT Angkasa Pura II Berbasis Layanan QR Code dan Facial Recognition Siapkan untuk Seluruh Proses di Bandara

Share this article

 

KORDANEWS-PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mempersiapkan fasilitas layanan dan keamanan canggih di bandara yang dikelolanya dan menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil) tentang Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik dalam Lingkup Layanan PT Angkasa Pura II (Persero) yang berlangsung pada Rabu 30 Desember 2020.

Penandatanganan dilakukan secara online oleh President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh yang disaksikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Pada kesempatan tersebut, Mendagri menuturkan data yang dimiliki Ditjen Dukcapil ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan verifikasi calon penumpang pesawat.

“Dapat dimanfaatkan data yang ada pada Dukcapil untuk verifikasi calon penumpang, dan lain-lain, data yang dimiliki Ditjen Dukcapil memiliki fitur spesifik seperti pengenalan wajah (facial recognition) dan sidik jari (fingerprint)” jelasnya, Rabu (30/12).

“Fitur spesifik seperti sidik jari kemudian mengenal wajah atau facial recognition itu akan dapat mengetahui [penumpang pesawat], sehingga tidak akan terjadi double [data digunakan orang lain] sebetulnya karena setiap orang memiliki spesifik tersendiri, wajah maupun fingerprint, Ini dapat digunakan oleh teman-teman jasa angkutan udara, AP II dalam konteks hari ini” tambahnya.

Sementara itu, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan dukungan data untuk proses validasi identitas calon penumpang pesawat memungkinkan perseroan untuk mengembangkan teknologi biometric facial recognition untuk menghadirkan layanan di bandara.

“Nantinya, kami akan mengembangkan proses validasi menggunakan biometric facial recognition yang didukung oleh basis data dari sistem Ditjen Dukcapil, sehingga penumpang bisa melewati seluruh proses keberangkatan dan kedatangan di bandara hanya dengan otentifikasi wajah,” ujar Muhammad Awaluddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *