“Harus ada fokus pada komoditas pertanian tertentu. Mulai yang tidak menarik bagi orang, menjadi sumber penghasilan yang besar. Misalkan olahan singkong ataupun petai,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Patani, Sarjan Tahir mengatakan, festival panti asuhan tersebut merupakan yang ke 22 kali. Festival tersebut dilakukan secara rutin setiap tahunnya, termasuk di Sumsel.
“Kita lakukan berbagai rangkaian kegiatan, seperti lomba hingga Patani Award. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatah ini dilakukan dalam rangka memberikan semangat kepada anak panti asuhan dalam mewujudkan cita-cita yang diimpikan.
“Mereka juga memiliki mimpi, baik ingin menjadi gubernur hingga presiden seperti kita,” terangnya.
Melalui Patani, pihaknya juga terus berkometmen memberikan kontribusi bagi Sumsel, terutama dalam merajut potensi yang ada di daerah.
Editor : Adm.













