“Mereka (ODGJ) terlebih dahulu di-screening. Kalau kondisi badan bagus barulah disuntik selanjutnya di observasi. Kalau tidak ada gejala mereka diantarkan kembali kerumahnya. Karena harus ada perlakukan khusus bagi mereka dalam pemberian vaksin, ” jelasnya.
Kepala Dinkes Muba, Azmi Dariusmansyah menambahkan, vaksinasi saat ini tidak hanya bagi pasien ODGJ serta penyandang disabilitas melainkan diberikan kepada lansia serta tenaga pendidik guru SMK maupun SMA. Targetnya 500 orang secara bertahap khusus di wilayah Kecamatan Sekayu.
“Khusus masyarakat di Kecamatan Sekayu ada lebih kurang 60 ribu jiwa, yang diberikan vaksin kisaran 40 ribu jiwa,” terang Azmi. (ts)
Editor : Surya S













