“Untuk sertifikasi halal, lebih efisien jika dilakukan dengan metode jemput bola agar pengusaha kecil dan pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi halal pada produk mereka,” harap Herman Deru.
Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Hari Widodo menjelaskan SYAFARI 2021 dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 23 Juli 2021 di Kota Palembang yang juga merupakan rangkaian kegiatan dari Road to FESyar Regional Sumatera tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Pekanbaru Riau bulan Agustus mendatang.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dari BI Sumsel dalam mendukung dan meningkatkan perkembangan ekonomi syariah di Sumsel,” ucap Hari.
Ia menyebut dalam SYAFARI 2021 diselenggarakan sejumlah lomba diantaranya Tari kesenian Islami, lomba nasyid, dan lomba usaha ekonomi syariah dengan harapan dapat meningkatkan literasi ekonomi syariah, menyebarkan syiar ekonomi syariah dan mengembangkan ekonomi syariah di Sumsel.
“Untuk Sumatera Selatan sendiri, keuangan syariah atas aset perbankan tumbuh hingga 10 persen. Pencapaian yang lebih tinggi di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi syariah nasional yang masih delapan persen. Dari sisi pembiayan ekonomi syariah Sumatera Selatan juga cukup meningkat yakni 8,8, persen. Kondisi yang juga lebih baik dibandingkan rata-rata nasional,” jelasnya.
Dilain pihak Kepala BI Perwakilan Sumatera Utara yang juga Selaku Koordinator BI Wilayah Sumatera, Soekowardojo secara virtual menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakan SYAFARI 2021 oleh BI Perwakilan Sumsel.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang telah diselenggarakan oleh BI Sumsel dalam mengadakan kegiatan ini. Dan harapannya semoga dapat meningkatkan dan mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia dan berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat di Indonesia khususnya Sumsel,”ungkapnya.
Editor : Admin.













