Sementara sekantong keripik ubi mengandung kalori dan lemak serupa. Namun kadar seratnya justru tiga kali lipat lebih tinggi. Serat ini akan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.
Risiko alergi konsumsi keripik ubi ungu
Untuk memastikan apakah ada reaksi alergi dari konsumsi keripik ubi ungu, perhatikan komposisinya. Beberapa yang mungkin memicu reaksi alergi pada sebagian orang adalah:
Alergi ubi
Ada kemungkinan seseorang alergi terhadap kandungan utamanya yaitu ubi. Namun, catatan tentang kasus semacam ini termasuk langka. Jika terjadi pun, gejala yang muncul mulai dari ruam, sakit kepala, muntah, hilang kesadaran, hingga pembengkakan di tangan dan wajah.
Apabila ada kemungkinan alergi ubi, sebaiknya jangan konsumsi keripik ubi ungu dan produk semacamnya.
Minyak
Jenis minyak yang digunakan dalam proses pembuatan keripik ubi ungu juga bisa menyebabkan reaksi alergi. Sebagai contoh adalah minyak wijen. Menurut American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology, reaksi anafilaksis mungkin terjadi dari jenis minyak ini.
Terkadang, ada pula keripik ubi yang juga diberi tambahan biji wijen. Jadi, perhatikan betul apa saja komposisi dari keripik ubi ungu sebelum mengonsumsinya.
Sangat jarang seseorang mengalami masalah kesehatan serius setelah mengonsumsi keripik ubi ungu. Hanya saja, apabila keripik ini diolah terlalu asin dan konsumsinya pun berlebihan, sangat mungkin muncul rasa tidak nyaman di pencernaan.
Tentu akan lebih aman membuat sendiri keripik ubi ungu di rumah. Anda bisa tahu betul apa saja komposisi yang digunakan dan menyesuaikannya dengan pola makan sehari-hari.
Untuk menjaga kadar lemaknya tetap rendah, sebaiknya pilih metode pengolahan dengan cara memanggang ketimbang menggoreng. Anda juga bisa menambahkan bumbu favorit seperti paprika, lada, atau bubuk cabai.
Editor :John.W













