Editor : Surya S
Sambut Libur Nataru Sumsel Cegah Penyebaran COVID-19 Dengan Patuhi Prokes

“Bisa saja misalkan dari level 1 kita naikkan menjadi level 2. Kita lihat berdasarkan kondisi terkini,” katanya.
Herman Deru bilang, masyarakat Sumsel sendiri tentu siap dalam penerapan kebijakan itu mengingat kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan sudah meningkat.
“Masyarakat tentu siap untuk hidup sehat. Apalagi varian COVID-19 ini terus bermutasi dan kita harus terus melakukan pencegahan penyebaran,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Toni Harmanto memastikan tidak ada penyekatan selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2021. Namun penegakan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat menjadi prioritas.
Kapolda Toni menyebut tidak adanya penyekatan sebagaimana masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diharapkan tidak dimanfaatkan masyarakat untuk lalai terhadap prokes. Sebab, kecenderungan terpapar Covid-19 tetap saja terjadi karena masih pandemi.
“Tidak ada penyekatan. Perintah dari presiden dan Kapolri, penekanan protokol kesehatan masyarakat yang lebih diutamakan,” ungkap Toni.
Karena itu, kata dia, penegakan kepatuhan prokes dilakukan seiring digelarnya Operasi Patuh Musi pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Pihaknya menerjunkan aparat untuk melakukan penjagaan dan patroli di tempat-tempat keramaian.
“Fokus kita menegakkan kepatuhan prokes masyarakat selama bermobilitas,” ujarnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol M Pratama Adhyasastra menjelaskan, sebanyak 1.428 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan dua hari besar itu. Personil terdiri dari 1.169 anggota polri di 17 polres dan 259 personil gabungan TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Pramuka.
“Pasukan bersiaga di posko-posko, seperti di perbatasan antar daerah dan daerah yang berpotensi mengundang keramaian,” kata dia.
Menurutnya, penjagaan optimal dilakukan sehari sebelum Natal hingga malam puncak Tahun Baru. Konsepnya lebih mengutamakan kegiatan preventif, sementara penindakan dilakukan jika kondisi mendesak.
“Target khususnya mengamankan mobilitas masyarakat. Kami antisipasi terjadi teror karena kita juga punya potensi ancaman ini,” pungkasnya. (Trq)
Editor : Admin












