Lebih jauh dikatakannya, suksesnya Sumsel dalam capaian vaksinasi tersebut tidak hanya dengan campur tangan yang menerima penghargaan saja. Namun masih banyak pihak lain yang tidak tersorot oleh Pemerintah.
Untuk itu dirinya meminta pihaknya memberi konfirmasi, jika ada lembaga dan organisasi yang turut mensuksesan vaksinasi di Sumsel untuk diberi penghargaan sebagai apresiasi.
“Yang terlibat ini bukan hanya yang menerima penghargaan saja tapi masih lebih banyak lagi organisasi dan komunitas kecil yang tidak tersorot oleh kita. Untuk itu saya minta jika ada yang tidak terkonfirmasi nantinya segera laporkan tapi untuk mereka yang benar-benar berjasa dalam suksesnya vaksinasi, akan kita beri penghargaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy memaparkan saat ini sebanyak 4.796.819 orang warga yang sudah di vaksinasi dari total sasaran 6.303.096 orang.
Lesty menuturkan, pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan peningkatan vaksin yang diterima setiap bulan. Pada pertengahan tahun, pasokan vaksin hanya 300 ribu dosis per bulan dan meningkat menjadi 700 ribu dosis vaksin mulai November 2021.
“Pasokan vaksin tercukupi dan antusiasme masyarakat untuk divaksin sangat tinggi. Seluruh kabupaten dan kota sudah di atas 70 persen untuk dosis satu,” ujarnya.
Meski sudah mencapai kekebalan komunal, kata dia, perlu peningkatan cakupan vaksinasi dosis kedua. Sebab hingga saat ini secara komulatif baru 42,92 persen atau 2.705.341 warga yang mendapatkan vaksin kedua.
Begitu juga dengan optimalisasi vaksin bagi kaum lanjut usia yang baru mencapai 62,12 persen dosis satu dan 29,77 persen untuk suntikan kedua.
“Vaksin bagi lansia terjadi peningkatan signifikan, rata-rata 50 persen ke atas, bahkan ada daerah yang di atas 100 persen,” pungkasnya.
Editor : Admin.













