Prosedur yang lambat untuk melakukan fogging, sesalkan Anggota Komisi IV DPRD Lahat, Nopran Marjani SPd. Menurutnya, untuk kasus DBD seharusnya Dinkes Kabupaten Lahat sudah mempunyai data sejak tiga tahun terakhir. Data itu gunakan dalam pembuatan perencanaan program untuk menanggulangi wabah demam di Lahat. Seperti melakukan sosialisasi dan fogging ke daerah yang tercatat sebagai daerah wabah ini.
“DBD ini wabah yang selalu berulang setiap tahun. Dinas Kesehatan Lahat seharusnya jangan menunggu ada wabah baru action, itu sama saja seperti Polisi India,” tegas Nopran Marjani. Politisi Parta Gerindra ini meminta Dinkes kasus DBD jadi perhatian serius Dinkes Lahat. Sehingga kasus DBD dapat tekan.
Direktur RSUD Lahat, dr Hj Erlinda Mkes, melalui Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Informasi, Fery Agustiansyah mengungkapkan, saat ini ada puluhan pasien dengan gejala DBD yang di rawat di RSUD Lahat. Situasi mulai meningkatnya pasien DBD yang rawat, sudah terjadi sejak awal musim pancaroba melanda Lahat.
“Jika ada pasien DBD yang masuk, akan tangani dengan intensif. Semua pasien yang rawat dinyatakan sembuh. Diberi obat, infus dengan penanganan medis sesuai SOP,” ungkap Fery.
Editor : Admin.













