Kordanews – Mahasiswa perguruan tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel) turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di kantor DPRD Sumsel di . Selasa (11/4). Aksi demo berujung ricuh, lemparan batu tak terhindarkan.
Demo 11 April itu menuntut penolakan penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden, serta menolak kenaikan harga bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) serta menolak PPN naik 11 persen.
Para mahasiswa yang diketahui ada lima kelompok itu mulai unjuk rasa menuju DPRD Sumsel sejak pukul 14.00 WIB. Kericuhan bermula saat peserta aksi membakar atribut demo.
Petugas kepolisian yang mencoba untuk memadamkan api, tiba-tiba mendapat lemparan diduga dari oknum provokator. Namun, kericuhan ini hanya terjadi sebentar saja.
Ketua DPRD Sumsel, R.A Anita Noeringhati, yang menemui mahasiswa mengapresiasi atas apa tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.
Saya bangga dengan adik-adik mahasiswa kami akan bawa dan juga terima ini agar bisa ditindak lanjuti dan disampaikan kepada pemerintah,” kata Anita.
Namun, usai tuntutan yang sudah ditandatangani oleh Ketua DPRD Sumsel itu belum membuat peserta aksi untuk pulang. Lantaran, mereka ingin salah satu mahasiswa yang diamankan untuk dibebaskan.
Massa lalu melakukan aksi lempar botol yang membuat aksi kembali ricuh.















