Lebih lanjut dikatakannya, dalam capaian nilai Akuntabilitas Kinerja (AKIP) Kota Palembang belumlah menggembirakan. Selama delapan tahun terakhir sampai dengan tahun 2021, nilai AKIP Kota Palembang bernilai “B”, padahal target capaian AKIP Kota Palembang seharusnya adalah “BB”. Pada tahun 2021 dan pada tahun 2022, target nilai AKIP Kota Palembang adalah “A”.
Selain itu juga ia menjelaskan bahwa, Penilaian SAKIP untuk Kota Palembang tahun ini merupakan penilaian tahun terakhir menjelang masa pemerintahan kami bersama Wakil Walikota Palembang Periode 2018-2023. Untuk itu, pertemuan hari ini begitu penting karena akan menampakkan pencapaian nilai AKIP tahun 2022 sebagaimana tergambar di dalam target RPJMD Kota Palembang yang sekaligus menjadi gambaran capaian akhir dari Nilai AKIP yang menjadi Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kota Palembang menuju Palembang Emas Darussalam 2023 yang menjadi visi besar Kota Palembang.
Ditempat yang sama Aguskim mutakim, mewakili kemenpanRB menambahkan, nilai sakip kota Palembang merupakan tanggungjawab kita semua bukan satu OPD saja. Sehingga semua OPD bisa mensuport untuk capaian sakip yang baik.
“Penilaian sakip OPD mengambarkan kinerja OPD. Misal penuruna angka kemiskinan, atau angka pengangguran itu bukan hanya tugas satu OPD tapi semua OPD untuk mencapai itu. Yang pasti satu program outcome itu tidak linear tapi harus dari semua sehingga dapat mendapatkan hasil capain kinerja yang sesuai,” pungkasnya. (eh)
Editor : Admin.













