Sumsel

Pemkab OI Segera Lakukan Pengobataj Masal, Cegah Virus PMK Meluas

×

Pemkab OI Segera Lakukan Pengobataj Masal, Cegah Virus PMK Meluas

Share this article
KORDANEWS – Sapi dan Kerbau warga di Kabupaten Ogan Ilir (OI) saat ini diketahui terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit kulit Lumpy Skin Disease (LSD).
Sebagai langkah antisipasi, Senin 20 Maret 2023 ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskpperta) Ogan Ilir akan menggelar pengobatan massal.
Pengobatan masal ini dilakukan bagi peternak Kerbau dan Sapi yang ada di Bumi Caram Seguguk, demikian julukan Kabupaten Ogan Ilir.
“Rencana pengobatan massal kita gelar hari Senin tanggal 20 Maret 2023 dan Selasa 21 Maret 2023, di Kecamatan Tanjung Batu,” ujar Abi Bakrin Sidik, Kepala Diskpperta Ogan Ilir, pada palpres.com, Minggu 19 Maret 2023.
Dikatakannya, bahwa pengobatan masal ini baru tahap awal di lakukan di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
“Rencana tahap pertama sebelum bulan puasa, kita target di dua desa dulu yaitu Desa Tanjung Laut dan Desa Sri Bandung,” katanya.
Menurutnya, untuk pengobatan pada hewan ternak khusus kerbau dan sapi, sebelumnya sudah sangat rutin dilakukan pihaknya.
“Ini sebenarnya sudah rutin dilakukan, tapi karena sekarang ada penyakit LSD maka kita harapkan untuk Ogan Ilir dapat terbebaskan dari penyakit tersebut,” terangnya.
Untuk masalah penyakit PKM katanya, sudah teratasi, sedangkan LSD sudah ada beberapa hewan ternak yakni sapi warga yang terjangkit.”Karena itu, kita lakukan pengobatan masal ini.
Alhamdulillah untuk PKM sudah teratasi, tinggal lagi LSD ini.
InsyaAllah segara teratasi, dan kedepan baik sapi dan kerbau terbebas dari penyakit tersebut,” tegasnya.
Dijelaskannya, LSD ini adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV).
“Yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae,” terangnya.
Dimana katanya, bahwa virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau.
 “Sejauh ini, di Indonesia baru sapi dan kerbau, belum ada laporan terkait kejadian LSD pada ruminansia lain seperti kambing dan domba,” jelasnya.
Dibeberkannya, bahwa penularan LSD secara langsung melalui kontak dengan kulit, darah, leleran hidung dan mata, air liur, dan susu.
“Penularan juga dapat terjadi secara tidak langsung, penularan terjadi melalui peralatan dan perlengkapan yang terkontaminasi virus LSD seperti pakaian kandang, peralatan kandang, dan jarum suntik,” bebernya.
Untuk penularan secara mekanis terjadi melalui faktor nyamuk, lalat atau serangga lainnya yang mengisap dan menempel ditubuh hewan seperti sapi dan kerbau.
“Karena inilah kita lakukan pengobatan massal ini, untuk mengantisipasi dua penyakit hewan ternak masyarakat Kabupaten Ogan Ilir,” tukasnya.
“Kemarin sudah diambi sampel beberapa sapi, tapi hasilnya belum keluar. Tapi besar kemungkian hasilnya positif LSD,”tutupnya.
Editor : Admin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *