Gangguan pembekuan darah juga bisa menjadi penyebab mimisan pada anak saat tidur. Kondisi ini bisa terjadi karena efek samping obat-obatan, seperti obat pengencer darah, atau penyakit tertentu. Anak yang memiliki gangguan pembekuan darah dapat mengalami pendarahan secara mendadak, seperti di saat menjelang tidur atau sering mimisan ketika sedang beraktivitas di sekolah dan bermain.
Jika Si Kecil mengalami mimisan pada saat tidur, tidak perlu panik. Mimisan yang bukan disebabkan oleh cedera umumnya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, Si Kecil mungkin akan merasa kaget dan panik. Ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika Si Kecil mengalami mimisan, di antaranya:
* Minta ia untuk duduk secara tegak dengan posisi yang nyaman sembari mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan.
* Anjurkan Si Kecil untuk bernapas melalui mulut agar darah tidak tertelan. Jika darah sudah terlanjur berada di dalam mulut, mintalah Si Kecil untuk meludahkannya.
* Tekan cuping hidung dengan lembut selama 10 menit. Tujuannya adalah agar darah cepat membeku dan perdarahan segera berhenti.
* Bungkus kain dengan es batu, lalu tempelkan di area belakang leher atau pada hidungnya.
* Jika mimisan disebabkan oleh udara yang kering, cobalah gunakan alat pelembap udara di dalam ruang tidur Si Kecil, agar udara yang dihirup tidak membuat rongga hidungnya kering.
* Selain itu, untuk mencegah iritasi lebih lanjut pada lapisan mukosa hidung, sebisa mungkin jauhkan Si Kecil dari pemicu alergi, misalnya debu dan asap rokok.
Meski begitu, Anda perlu segera membawa Si Kecil ke dokter jika darah yang keluar sangat banyak, mimisan berlangsung lebih dari 30 menit, atau disertai gejala pusing, kulit pucat, nyeri dada, serta sesak napas. Hal ini dapat menjadi tanda-tanda kondisi yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis yang lebih lanjut. Oleh karena itu, jika Anda merasa khawatir atau tidak yakin, segera periksakan Si Kecil ke dokter.
Editor : John.W













