Pada kesempatan tersebut, Dwi menyampaikan terima kasih kepada pimpinan KKKS dan para pemangku industri hulu migas atas kehadirannya dalam kegiatan gathering 2023. Terima kasih juga disampaikan kepada KKKS atas dukungan serta best effort yang telah diberikan sehingga kinerja industri hulu migas di awal tahun pada triwulan pertama 2023 meningkat dibandingkan periode yang sama 2022. Dwi berharap hal tersebut menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan kinerja yang telah dicapai di triwulan pertama 2023 dengan melaksanakan seluruh program kerja yang telah disepakati sehingga produksi minyak dan gas dapat meningkat sehingga mencapai target 2023 dan menjadi pondasi untuk peningkatan produksi di masa yang akan datang.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro menyampaikan bahwa SKK Migas dalam berbagai kesempatan akan terus mendorong sinergi dan kolaborasi antar KKKS dan dengan para pemangku kepentingan yang terkait industri hulu migas. Hudi mengatakan bahwa untuk mencapai target 2030 tidak hanya ditentukan dari aspek-aspek teknis semata, tetapi faktor non teknis juga memberikan pengaruh yang sangat besar. Hudi mencontohkan, program pengeboran sumur pengembangan yang masif, sangat bergantung pula terkait aspek lahan, perizinan dan lainnya. Oleh karena itu, SKK Migas terus mendorong dukungan dari para pemangku kepentingan yang terkait industri hulu migas.
“Melalui upaya mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan yang terkait industri hulu migas, maka faktor-faktor non teknis dapat berjalan dengan baik dan berkontribusi dalam terlaksananya program industri hulu migas yang telah ditetapkan dalam work, program & budget (WPnB)”, ujar Hudi.
Kegiatan gathering 2023 dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M mendapatkan dukungan dari KKKS yang bersama-sama secara bergotong royong menyediakan hidangan nusantara seperti sop konro, pempek dan lainnya yang mencerminkan sinergitas KKKS dalam mendukung ekonomi dan budaya lokal di wilayah operasinya.













