“Selain bangunan yang megah dengan hiasan karya seni. Anjungan ini akan menjadi role model -rumah adat berikutnya. Jangan sampai diklaim orang lain.Meskipun kita dari rumpun melayu, tapi harus ada identitas tersendiri dengan di daftarkan hak cipta atau kekayaan Intelektual di Kemenkumham termasuk juga kuliner,” terangnya.
Herman Deru juga mengingatkan dalam pelaksanaan pekan adat ini agar para Ketua adat Kabupaten/kota untuk segera dibenahi kepengurusannya.
“Jadi untuk diaktivasi kembali sampai tingkat desa. Kita ketahui bahwa kepengurusan lembaga adat ini bukan hanya mengurus identitas organisasi tertentu tapi juga untuk penahan agar tidak terpengaruh budaya lain,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumsel Hj Febrita Lustia HD mengatakan, melalui kegiatan festival diharapkan masyarakat dengan mudah mempelajari adat istiadat asli Sumsel. Sekaligus menghidupkan kembali ciri khas Sumsel dengan menampilkan kearifan lokal melalui rumah adat dan anjungan.
“Kami mengharapkan semua pihak terlibat memelihara anjungan ini, agar tetap terpelihara. Untuk di perkenalkan kepada generasi muda agar mereka tau adat dan budaya di Sumsel ini beragam,” tutupnya.
Editor : Admin.













