Peristiwa

Banjir Di OKI Mulai Berangsur Surut, Warga Mulai Lakukan Aktifitas

×

Banjir Di OKI Mulai Berangsur Surut, Warga Mulai Lakukan Aktifitas

Share this article
KORDANEWS – Sejumlah pemukiman warga di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang terendam banjir, saat ini sudah berangsur surut.
Penyebab utama surutnya banjir di Kayuagung adalah karena intensitas hujan yang mulai berkurang dan tidak ada banjir kiriman dari kabupaten tetangga.
Sungai Komering merupakan sungai terbesar di Sumatra Selatan yang berhulu di Kabupaten OKU Timur dan Muara Enim. Air sungai Komering mengalir ke arah selatan dan melewati wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
“Alhamdulillah, hari ini air yang merendam dalam rumah warga dan akses jalan sudah mulai menyurut,” kata Camat Kayuagung, Solahudin, saat dikonfirmasi.
Ditambahkan Solahudin, Air banjir di Kayuagung sudah mulai surut sejak pagi hari tanggal 22 Januari 2024. Ketinggian air di sejumlah pemukiman warga yang terendam banjir sudah turun hingga 10-20 sentimeter.
Hal ini menunjukkan bahwa intensitas hujan di wilayah Kabupaten OKI dan sekitarnya memang sudah mulai berkurang. Selain itu, pengerukan sungai Komering juga turut mempercepat proses surutnya air.
Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Hal ini karena musim hujan masih berlangsung dan intensitas hujan masih bisa meningkat.
Begitupun juga di akses jalan pemukiman, dimana kemarin-kemarin terendam hingga 30 Cm bahkan lebih. Kini juga sudah berangsur surut.
“Semalam tidak ada hujan, jadi air berangsur surut. Meskipun saat ini kondisi debit air sungai Komering masih tinggi,” jelasnya
Dijelaskan Camat, untuk sejumlah pemukiman di beberapa kelurahan di Kecamatan Kayuagung dan juga desa-desa di Kecamatan Kayuagung, setiap musim hujan seperti ini dan air Sungai Komering pasang jelas terjadi banjir.
Banjirnya, tetapi tidak dalam, yakni hanya 20-30 Cm saja. Dan itupun masuk dalam rumah bagian bawah. Karena rumah warga yang alami banjir rata-rata rumah panggung.
Jadi, banjirnya sebatas mata kaki. Lalu, sekitar 3-4 hari apabila hujan tidak sering turun, maka berangsur surut. Yakni seperti hari ini.
“Untuk rumah alami terendam banjir dan berangsur surut, di  Kelurahan Jua-jua, Sidakersa dan Sukadana. Rata-rata sudah mulai surut,” terangnya.
Termasuk juga, rumah warga yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 20 Cm ini juga terdapat di Desa Tanjung Serang dan Teloko Kecamatan Kayuagung.
“Pemukiman warga yang terendam banjir ini kebanyakan rumah panggung terutama di Desa Tanjung Serang dan Teloko. Jadi yang terendam banjir ini rumah bagian bawahnya,” kata Camat.
Sambung Camat, untuk pemukiman warga yang sering alami banjir di Kayuagung adalah yang berada di dataran rendah. Termasuk memang daerah yang terendam banjir adalah lebak.
Masih dikatakannya, untuk di kelurahan Sukadana yang mengalami banjir  memang lokasinya rendah dan dekat dengan lebak.
Begitupun dengan kelurahan Jua-jua, merupakan daerah rendah dan dekat dengan sungai Komering.
Maka oleh karena itu menjadi terendam. Itupun di Jua-jua juga banyak rumah panggung. Jadi yang terendam rumah bagian bawah dan akses jalan di pemukiman saja. Kini sudah mulai surut.
“Dengan mulai surutnya air yang merendam rumah warga, maka masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa sehari-hari dengan nyaman,” ucapnya.
Ditambahkan Camat, pihaknya selalu mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing. Ini dikarenakan dapat mencegah banjir dan juga penyakit demam berdarah.
“Semoga banjir yang parah tidak melanda Kayuagung dan jangan sampai. Karena kasihan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
Editor : Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *