Aterosklerosis sendiri merupakan pengerasan arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak.
2. Gandum utuh
Sama seperti makanan dari biji-bijian, gandum utuh termasuk jenis makanan yang kaya akan lemak larut. Gandum utuh biasanya mudah Anda temukan pada roti gandum.
Gandum utuh mengandung serat larut yang efektif untuk menurunkan kolesterol jahat atau LDL.
Serat larut bisa mengurangi penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Konsumsi 5–10 gram (g) serat larut per hari efektif menurunkan LDL serta meningkatkan HDL.
3. Ikan berlemak
Ikan berlemak termasuk makanan tinggi kolesterol HDL. Ikan laut, terutama salmon, makarel, tuna dan sarden, diketahui tinggi kandungan asam lemak omega-3.
Asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan kadar HDL. Konsumsi dua ikan porsi per minggu dinilai cukup memenuhi kebutuhan asam lemak omega-3 Anda.
Jika Anda mengidap alergi seafood atau makanan laut, suplemen omega-3 juga bisa membantu mencukupi kebutuhan gizi tersebut.
4. Chia seed dan flaxseed
Bagi vegetarian, mengonsumsi chia seed (biji chia) dan flaxseed (biji rami) bisa membantu memenuhi asupan asam lemak omega-3 harian.
Makanan yang mengandung asam lemak omega-3 ini diyakini bermanfaat untuk meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.
Chia seed bisa ditambahkan dalam makanan. Sementara itu, flaxseed sebaiknya dikonsumsi utuh sehingga agar kandungan gizinya dapat terserap dengan sempurna.
5. Buah kaya serat
buah apel dan kandungan biji apel
Buah yang tinggi akan serat, seperti buah apel, pir, dan prune, mengandung serat yang spesifik bisa meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL.
Anda bisa mengonsumsi buah secara langsung, mengolahnya menjadi jus, atau menjadikannya topping sereal dan oatmeal. Makan buah secara teratur dapat membantu mengontrol kadar kolesterol.
Editor : jhon.G













