Ia menjelaskan bahwa biaya perbaikan delapan armada tersebut cukup tinggi, lantaran kerusakan tidak hanya terjadi pada mesin, tetapi juga pada bak truk akibat korosi yang disebabkan oleh kadar asam tinggi dari sampah. Oleh karena itu, menurutnya, pengadaan unit baru menjadi solusi yang lebih efisien.
“Sesuai arahan dari Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, kami telah mengusulkan penambahan 4 hingga 5 unit kendaraan baru pada anggaran mendatang,” lanjutnya.
Menurut Abi Bakrin, idealnya Ogan Ilir memerlukan minimal delapan armada dalam kondisi baik, karena wilayah pengangkutan sampah terbagi dalam delapan zona, seperti Indralaya, Tanjung Batu, Tanjung Raja, Pemulutan, dan sejumlah kecamatan lainnya.
“Setiap zona seharusnya memiliki minimal satu truk sampah agar distribusi pengangkutan bisa merata dan efektif,” tegasnya.
Jika tidak segera ada langkah nyata, bukan tidak mungkin Ogan Ilir akan benar-benar tenggelam dalam krisis sampah yang merusak lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.(jml)
Editor : Surya S













