Entertainment

Selepas Tahlil: Lebih dari Sekadar Horor, Sebuah Perjalanan Emosional Mengurai Duka dan Unfinished Business

×

Selepas Tahlil: Lebih dari Sekadar Horor, Sebuah Perjalanan Emosional Mengurai Duka dan Unfinished Business

Share this article

Unsur drama yang kuat di awal film bukanlah tanpa alasan. Taufan menjelaskan bahwa penekanan pada drama di awal sengaja dibangun untuk “mendeliver” keseluruhan pesan film. “Jadi kunci bagaimana kita menekankan bahwa kehilangan ini harus besar banget disini. Poinnya di situ dulu,” ungkapnya. “Mungkin kalau teman-teman lihat, di Selepas Tahlil tuh dramanya cukup besar di awal karena kita butuh bangun itu untuk mendeliver semuanya,” tambahnya. Ini menunjukkan keseriusan tim produksi dalam membangun fondasi emosional sebelum memasuki elemen misteri atau horor.

Proses Produksi di Tengah Ramadan dan Latar Jawa Timur
Meskipun cerita berlatar di Surabaya dan Lamongan, pengambilan gambar untuk film ini dilakukan di berbagai titik di Jabodetabek. Proses syuting berlangsung selama 18 hari, dimulai pada awal bulan suci Ramadan 2025. Suasana spiritual bulan puasa tersebut turut memberi warna tersendiri dalam proses produksi, mungkin memengaruhi kedalaman dan nuansa spiritual film.

Deretan Pemeran dan Alur Cerita yang Menjanjikan
Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor muda berbakat dan senior berpengalaman:

  • Aghniny Haque sebagai Saras
  • Bastian Steel sebagai Yudhis
  • Diandra Agatha sebagai Dyah
  • Epy Kusnandar sebagai Hadi, sang ayah

Ceritanya dimulai selepas prosesi tahlilan di rumah duka, menyusul kematian Hadi. Saras dan Yudhis menerima wasiat dari sang ayah yang secara tak terduga membawa mereka pada serangkaian kejadian misterius. Kejadian-kejadian ini berkaitan erat dengan masa lalu keluarga, yang sebelumnya mungkin tersembunyi.

Penonton akan diajak menyelami rasa duka mendalam yang tak hanya dirasakan, tetapi juga termanifestasi dalam bentuk penyesalan yang menyesakkan. Tak hanya itu, film ini juga menyajikan teror dari sisi yang tak terlihat, semua dikemas dalam narasi emosional yang kuat. “Selepas Tahlil” menjanjikan bukan hanya film horor biasa, tetapi juga cermin refleksi tentang kompleksitas hubungan orang tua dan anak, serta proses penyelesaian “urusan yang belum selesai” setelah kematian.
Editor :steven

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *