“Dosis umum penggunaan adalah 1,0–1,5 liter per hektar dengan volume semprot 300–400 liter air. Pencampuran harus homogen agar perlindungan merata,” ujar Ego Alpian.
Sebagai langkah lanjutan, petani diimbau melakukan evaluasi 3–5 hari pascapenyemprotan, menjaga keberadaan musuh alami penggerek batang, serta segera melakukan pengendalian tambahan bila gejala masih ditemukan. “Pengamatan intensif sangat penting untuk memastikan pengendalian berhasil dan tanaman tetap terlindungi,” pungkasnya.(jml)
Editor : Surya S













