KORDANEWS – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti lambatnya penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog. Jika tak segera diatasi, stok beras di gudang berisiko rusak dan merugikan negara.
Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa beras memiliki masa simpan terbatas. Bila terlalu lama disimpan, kualitas menurun bahkan bisa dimusnahkan.
“Kalau kelamaan di gudang bisa rusak, harganya turun, bahkan harus dibuang. Itu jelas merugikan negara,” tegas Tomsi, Selasa (19/8/2025).
Program SPHP menargetkan penyaluran 1,3 juta ton beras hingga Desember 2025. Namun, hingga pertengahan Agustus, realisasinya baru 2,94 persen atau sekitar 38 ribu ton.
Distribusi harian pun baru mencapai 1.200 ton per hari, jauh dari target 7.100 ton.













