Max Verstappen yang finis kedua tampak cukup tenang menerima hasil tersebut. Dalam wawancara bersama Newsweek, pembalap asal Belanda itu mengakui bahwa Red Bull salah memilih strategi ban di awal lomba.
“Kami memulai dengan ban medium saat lintasan masih terlalu lembap. Itu membuat kami kehilangan grip di beberapa lap awal, dan sulit mengejar Russell setelahnya,” ujarnya.
Meski kalah di Singapura, Verstappen masih memimpin klasemen pembalap dengan selisih nyaman di atas rival-rivalnya. Namun kemenangan Russell di Marina Bay membuat persaingan menuju akhir musim semakin menarik.
Klasemen Sementara Formula 1 2025 (Usai GP Singapura)
Max Verstappen (Red Bull) – 326 poin
George Russell (Mercedes) – 298 poin
Lando Norris (McLaren) – 281 poin
Charles Leclerc (Ferrari) – 259 poin
Oscar Piastri (McLaren) – 247 poin
Dengan hanya empat seri tersisa, perebutan gelar masih terbuka. Mercedes terlihat semakin solid, Red Bull masih kuat, dan McLaren terus membuktikan konsistensinya.
Russell Bangkitkan Harapan Baru Mercedes
Kemenangan ini menjadi titik balik penting bagi Mercedes setelah beberapa musim kesulitan menghadapi dominasi Red Bull. Toto Wolff, bos tim Mercedes, mengaku bangga dengan performa Russell.
“George menunjukkan ketenangan luar biasa. Ia cepat, konsisten, dan tidak membuat kesalahan. Ini kemenangan yang mengembalikan semangat seluruh tim,” kata Wolff kepada ESPN F1.
Bagi Russell, kemenangan di Singapura juga menjadi momen pribadi yang istimewa. “Marina Bay selalu istimewa bagi saya. Saya pernah kalah di sini tahun lalu karena kesalahan kecil, dan hari ini rasanya seperti penebusan,” ujarnya sambil tersenyum.













