“Instrumen kami sempat mencatat getaran yang tidak berasal dari aktivitas tektonik. Sangat mungkin itu akibat meteor,” jelas Kepala BMKG Cirebon, Arie Wibowo.
NASA Ungkap Asal-Usul Meteor
Sementara itu, laporan dari NASA’s Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) menyebut bahwa objek yang melintas di langit Indonesia bagian barat kemungkinan adalah asteroid kecil berdiameter sekitar 1,2 meter yang masuk ke atmosfer pada kecepatan sekitar 20 km/detik.
Menurut catatan NASA yang dikutip CNBC Indonesia, objek ini termasuk kategori meteoroid kecil yang tidak berbahaya dan umumnya akan terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi.
Kepanikan Warga: “Langit Serasa Meledak”
Beberapa warga yang merekam kejadian mengaku trauma karena suara ledakannya terdengar sangat keras.
“Suara dentumannya bikin kaca rumah bergetar. Anak-anak langsung nangis, saya kira gunung meletus,” ungkap Iwan, warga Harjamukti.
Bahkan, beberapa laporan menyebut sejumlah hewan peliharaan seperti kucing dan ayam mendadak panik dan berlari ke luar rumah sesaat setelah dentuman terdengar.
Tidak Ada Dampak atau Korban
Hingga Senin pagi (6/10/2025), belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat fenomena tersebut. Tim BRIN dan aparat setempat masih melakukan pemantauan di wilayah pesisir Cirebon dan Kuningan, untuk memastikan apakah ada pecahan meteor (meteorit) yang mungkin jatuh di area terbuka.
Namun, sejauh ini tidak ditemukan jejak benturan atau benda asing di permukaan tanah.
“Kalau meteor sebesar itu sampai ke tanah, pasti ada ledakan besar atau kawah kecil. Tapi sejauh ini tidak ada,” ujar Thomas Djamaluddin.
Fenomena Alam yang Langka
Fenomena meteor terang seperti ini sebenarnya tidak berbahaya, dan termasuk peristiwa langka yang bisa terlihat jelas dengan mata telanjang.
Menurut BRIN, kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Lampung (2020) dan Bone, Sulawesi (2009).
“Jadi warga tidak perlu panik. Ini adalah peristiwa alam biasa, tapi sangat spektakuler secara visual,” tegas Thomas.













