Sumsel

Gubernur Herman Deru Perkuat Diplomasi Budaya Sumsel–Luak Johol Negeri Sembilan

×

Gubernur Herman Deru Perkuat Diplomasi Budaya Sumsel–Luak Johol Negeri Sembilan

Share this article

Gubernur Herman Deru juga menegaskan bahwa hubungan Sumsel dan Malaysia memiliki kedekatan sejarah, salah satunya melalui perpindahan Parameswara ke Malaka. Ia berharap rombongan tamu dapat diajak mengunjungi titik-titik sejarah yang dapat mempererat keakraban.

“Silaturahmi ini harus terus terjaga. Di Sumsel, 90 persen penduduk adalah muslim, namun tetap hidup rukun dengan pemeluk agama lain dan berbagai suku. Sumsel ini zero konflik. Antar suku, profesi, semua hidup rukun berdampingan,” tutupnya.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Sumsel saat ini terdiri dari 17 kabupaten/kota, yakni 13 kabupaten dan 4 kota. Ia juga memaparkan kekayaan budaya yang dimiliki Sumsel, termasuk 67 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang telah ditetapkan hingga 2025.

Dari jumlah tersebut, 17 WBTB telah memperoleh sertifikat dari Kementerian Kebudayaan, seperti Aesan Pak Sangkong, Bubur Suro, Surat Ulu, Cak Ingkling, hingga beragam tarian, kuliner, bahasa, dan bangunan tradisional.

Selain itu, Sumsel juga memiliki 54 cagar budaya, terdiri dari 2 cagar budaya nasional, 3 cagar budaya provinsi, dan 49 cagar budaya kabupaten/kota.

Pandji turut menegaskan adanya keterkaitan sejarah antara Sriwijaya dan Melayu melalui Parameswara dan Kesultanan Malaka. Ia menyebut sejumlah budaya Melayu di Palembang, seperti pakaian adat Aesan Gede dan Aesan Pak Sangkong, serta tarian tradisional Gending Sriwijaya, sebagai warisan yang terus dijaga.

Di akhir kegiatan, Pandji berharap pertemuan dan diskusi adat bersama rombongan Dato’ dari Negeri Sembilan yang berjumlah 36 orang tersebut dapat membawa manfaat bagi penguatan hubungan budaya kedua daerah.

Sementara itu, Yang Mulia Rajo Balang Hamzah bin Limin dalam sambutannya mengatakan pernah singgah ke Sumatera di kawasan Bukittinggi. Kehadiran mereka ke Sumsel dalam rangka studi banding untuk mempelajari adat dan kebudayaan kedua wilayah, termasuk sistem pemerintahan di Sumsel.

Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi tersebut. Rombongan Luak Johol tampak gembira dan menikmati sajian kuliner khas Sumatera Selatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *