Untuk sektor LPG, lanjutnya, berada dalam kondisi aman dengan kesiapsiagaan 40 terminal LPG sebanyak 736 SPBE, dan 6.634 agen LPG. Coverage days stok LPG nasional berada pada kisaran 10 hingga 16 hari, dengan rata-rata 12,8 hari. Rata-rata penyaluran LPG pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mengalami kenaikan sebesar 10,6 persen dibandingkan dengan penyaluran normal.
Sementara itu, terkait pemulihan pascabencana alam banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Erika menyampaikan penyaluran BBM kepada masyarakat terus diupayakan secara optimal oleh Pertamina melalui koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk pendistribusian BBM melalui jalur laut dan udara, selain menggunakan jalur darat.
“Jumlah SPBU yang telah kembali beroperasi dan pulih dari dampak bencana di Sumatra Utara dan Sumatra Barat sudah mencapai 100 persen, yaitu masing-masing 406 dan 147 SPBU. Sementara di Aceh sebanyak 151 dari total 156 SPBU atau sebesar 97 persen telah kembali beroperasi,” tutup Erika.
Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Jaffee Arizon Suardin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan satgas Nataru 2025-2026. “Sebagai bagian dari komitmen melayani sepenuh hati, Pertamina melalui Satgas Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah berupaya maksimal memastikan ketersediaan BBM, LPG, dan Avtur guna mendukung mobilitas serta kelancaran masyarakat Indonesia dalam merayakan momen libur natal dan pergantian tahun”, lanjut Jaffee.
Jaffee menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk tetap waspada dan siaga menjaga ketahanan stok energi nasional serta terus berdedikasi dalam memastikan penyaluran energi bagi masyarakat di daerah terdampak bencana pasca berakhirnya Satgas Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026. “Agar masyarakat di daerah terdampak bencana segera pulih dan masyarakat Indonesia kembali beraktivitas dan semakin produktif di awal tahun 2026 ini”, tutup Jaffee.













