Melalui diskusi kelompok terpumpun ini, ia berharap lahir rekomendasi konkret untuk penguatan program revitalisasi bahasa daerah di masing-masing daerah, serta terbangunnya komitmen bersama dalam penertiban dan pembinaan penggunaan bahasa di ruang publik dan peningkatan kualitas penyusunan naskah dinas.
Sinergi antara Balai Bahasa, pemerintah daerah, dan seluruh lembaga terkait menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia pendidikan, media, komunitas budaya, dan masyarakat luas.
“Saya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan membawa pulang hasil yang dapat langsung diimplementasikan di daerah dan instansi masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafizd Muksin, dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi pembangunan bahasa dan sastra di Sumatera Selatan.
Ia menilai sosialisasi dan diskusi kelompok terpumpun tersebut mencerminkan kolaborasi lintas organisasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Hafizd juga mendorong peserta untuk membudayakan pantun sebagai bagian dari penguatan tradisi sastra daerah.
“Selepas kegiatan ini, peserta bisa membuat program satu hari satu pantun yang nantinya dapat dibukukan dan diklasifikasikan menjadi pantun nasihat yang memberi pesan moral bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menegaskan, hal terpenting adalah menjunjung dan memartabatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. “Bahasa Indonesia adalah alat pemersatu bangsa,” tambahnya.
Kepala Balai Bahasa Sumsel, Desi Prasanti, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda pertama pada tahun 2026 dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di Sumatera Selatan guna memudahkan koordinasi dan sinkronisasi program.
Peserta kegiatan terdiri dari 51 perwakilan dinas pendidikan serta 25 perwakilan lembaga swasta dan lembaga pendidikan sebagai sasaran pembinaan bahasa di ruang publik. Selain itu, 17 kabupaten/kota lainnya diharapkan dapat melaksanakan revitalisasi bahasa daerah secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang dapat memperkuat pembinaan bahasa di ruang publik sekaligus memastikan bahasa daerah tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.













