KORDANEWS – Tiga dekade setelah topeng Ghostface pertama kali meneror layar perak, franchise slasher legendaris ini membuktikan bahwa ia masih menjadi raja di genre horor. Film terbaru Paramount Pictures, Scream 7, resmi memulai debutnya dengan hasil yang melampaui ekspektasi, mendominasi tangga Box Office Amerika Utara sekaligus mencetak sejarah baru bagi seri tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru hingga 2 Maret 2026, Scream 7 berhasil meraup pendapatan sebesar US$64,1 juta (sekitar Rp1,01 triliun) di pasar domestik (AS dan Kanada) selama akhir pekan pembukaannya.
Rekor Debut Terbesar dalam 30 Tahun
Angka US$64,1 juta ini bukan sekadar kemenangan biasa. Ini adalah **pembukaan terbesar sepanjang sejarah franchise Scream**, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh *Scream VI* (2023) dengan US$44,4 juta. Berikut adalah beberapa poin kunci pencapaiannya:
- Dominasi Global: Selain sukses di Amerika, film ini mengantongi US$33,1 juta dari pasar internasional, membuat total pendapatan globalnya mencapai **US$97,2 juta** hanya dalam satu pekan.
- Menggeser Kompetisi: Scream 7 dengan mudah mendepak juara minggu lalu, film animasi produksi Stephen Curry berjudul GOAT, ke posisi kedua yang hanya meraih US$12 juta.
- Efek Layar Premium: Untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise, Scream hadir di layar IMAX dan format premium lainnya (seperti 4DX dan Dolby Cinema), yang menyumbang sekitar 40% dari total pendapatan domestik.
Kembalinya Sang “Final Girl” Original
Analis industri menilai kesuksesan luar biasa ini dipicu oleh faktor nostalgia yang kuat. Kembalinya Neve Campbell sebagai Sidney Prescott menjadi magnet utama bagi penggemar lama. Setelah absen di film keenam karena perselisihan kontrak, Campbell kembali bersama wajah-wajah familiar lainnya seperti Courteney Cox (Gale Weathers) dan David Arquette.















