KORDANEWS – Platform streaming Netflix resmi merilis film animasi I Am Frankelda (Yo soy Frankelda) secara global pada 12 Juni 2026. Film musikal bergenre horor-fantasi garapan sutradara bersaudara Arturo dan Roy Ambriz ini langsung mencuri perhatian kritikus film dunia lewat pendekatan visualnya yang memukau dan keberaniannya mempertahankan seni animasi tradisional.
Diproduksi oleh studio Cinema Fantasma, proyek ini mengukir sejarah sebagai film fitur independen stop-motion pertama yang seluruhnya dikerjakan di Meksiko. Berperan sebagai prekuel dari serial populer Frankelda’s Book of Spooks (2021), film ini mengupas asal-usul sang narator ikonis berwajah monster, Frankelda.
Dongeng Gotik Abad ke-19
Berlatar di Meksiko pada abad ke-19, cerita berfokus pada Francisca Imelda, seorang gadis muda berbakat yang hobi menulis kisah-kisah menyeramkan. Sayangnya, kreativitas Francisca ditolak mentah-mentah oleh lingkungan sosial dan keluarganya yang menganggap bakatnya menyimpang dari norma.
Merasa terasingkan, Francisca bertemu dengan Pangeran Herneval dari Topus Terrenus—sebuah dimensi gaib yang energinya bersumber dari ketakutan manusia. Demi mendapatkan pengakuan atas karya-karyanya, Francisca setuju untuk beralih nama menjadi Frankelda dan masuk ke dalam dunia penuh monster fantasi ciptaannya sendiri.















