KORDANEWS — Waralaba komedi parodi legendaris yang sempat berjaya di era 2000-an resmi kembali ke layar lebar lewat proyek reboot terbarunya, Scary Movie, yang dirilis secara global pada Juni 2026. Di bawah naungan Miramax dan Paramount Pictures, film ini awalnya memicu antusiasme tinggi karena berjanji akan mengocok perut penonton lewat parodi gelombang baru film horor modern, seperti tren horor psikologis besutan studio A24 dan Blumhouse.
Namun, ekspektasi tersebut tampaknya harus berbenturan dengan realitas. Berdasarkan rangkuman ulasan dari berbagai media sinema global, film ini justru menuai kritik tajam. Judul ulasan “Too Many Movies, Too Few Laughs” (Terlalu Banyak Film, Terlalu Sedikit Tawa) menjadi rangkuman sempurna atas kegagalan film ini dalam menyajikan komedi yang segar.
Serakah Memasukkan Referensi Horor
Plot utama Scary Movie (2026) sebenarnya sederhana, mengisahkan sebuah keluarga disfungsional yang pindah ke rumah berhantu yang aneh. Sayangnya, alur tersebut dipaksa menjadi wadah untuk menampung terlalu banyak referensi film horor populer dalam satu dekade terakhir.
Dalam durasi yang terbatas, penonton disuguhi rentetan parodi dari film Hereditary, Midsommar, Smile, Talk to Me, Five Nights at Freddy’s, hingga fenomena robot pembunuh M3GAN. Menurut para kritikus, keserakahan ini membuat perpindahan antar-lelucon terasa sangat dipaksakan, terburu-buru, dan kehilangan konteks narasi yang kuat.















