Home Sport Emas, Nama baik Brasil di Olimpiade

Emas, Nama baik Brasil di Olimpiade

KORDANEWS- Publik sepakbola Brasil kini bisa bernapas lega. Dua tragedi sepakbola besar yang selama ini menghantui sudah bisa mereka lepaskan.

Kekalahan menyakitkan 1-2 dari Uruguay di final Piala Dunia 1950 di Stadion Maracana dan 1-7 dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014 memang akan sulit dilupakan. Namun, setidaknya, medali emas Olimpiade 2016 yang mereka raih usai mengalahkan Jerman pada laga final, Minggu (21/8) dinihari WIB, bisa jadi penawar luka yang manis.

Apalagi, kemenangan itu mereka dapat di Maracana, stadion tempat mereka dipermalukan Uruguay, lebih dari 50 tahun lalu.

Maka itu, banyak yang menyebut kemenangan atas Jerman di final Olimpiade telah menghapus kutukan ‘Maracanazo’, sebutan masyarakat Brasil untuk kekalahan dari Uruguay di tahun 1950.

Kebanggaan lainnya, itu adalah medali emas pertama Brasil di Olimpiade. Sebelumnya, prestasi terbaik sepakbola Brasil di ajang multicabang itu hanyalah perak di tahun 1984, 1988, dan 2012.

“Emas pertama kali di Olimpiade ini telah menandakan era baru bagi sepakbola Brasil,” ujar Rai Oliveira, bintang Brasil tahun 1980-an. “Terus terang, setelah Piala Dunia, bisa dibilang kepercayaan diri kami seperti runtuh.”

Kiprah Brasil sendiri di Olimpiade 2016 sebenarnya sempat diragukan. Pasalnya, di dua laga awal fase grup, mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 lawan Afrika Selatan dan Irak.

Performa Neymar dan kawan-kawan mulai menjanjikan saat mengalahkan Denmark 4-0 di laga ketiga. Setelah itu, laju mereka seperti tak tertahan.

Brasil menekuk Kolombia 2-0 di perempat final dan menghancurkan Honduras 6-0 di semifinal. Hingga akhirnya mereka berhasil membalas kekalahan menyakitkan di Piala Dunia 2014 terhadap Jerman lewat adu tendangan penalti.

“Kami memiliki pemain yang sangat berdedikasi untuk tim nasional, mereka sangat profesional dengan teknik dan skill mumpuni,” ujar Rogerio Micale, pelatih Brasil. “Kini, saya bisa meninggalkan pekerjaan di tim ini dengan sensasi yang luar biasa.”

Dalam pertandingan itu, Brasil menang 5-4 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 sampai babak perpanjangan waktu.

Neymar menjadi sosok protagonis Brasil pada laga ini. Sang kapten adalah pencetak gol pada waktu normal sekaligus penendang kelima timnya yang menentukan kemenangan.

Neymar membuka harapan bagi Brasil untuk meraih emas berkat golnya pada menit ke-27. Namun, kapten Jerman, Max Meyer, berhasil membalas pada menit ke-59 untuk membuat skor sama kuat.

Laga pun harus ditentukan melalui perpanjangan waktu dan adu penalti. Lima penendang penalti Brasil sukses menjalankan tugasnya.

Dari kubu Jerman, empat penendang pertama juga berhasil menjebol gawang Weverton. Naas bagi Jerman, tembakan Nils Petersen berhasil digagalkan sehingga memupuskan harapan Der Panzer. Brasil pun berhak meraih medali emas untuk kali pertama.

Adapun bagi Jerman, kegagalan ini membuat mereka gagal menyandingkan gelar juara dunia dengan Olimpiade. Sven Bender dkk juga gagal mengikuti tim sepakbola putri yang sehari sebelumnya meraih medali emas.

Sementara itu, Nigeria merebut medali perunggu. Mereka menang 3-2 atas Honduras, beberapa saat sebelum pertandingan antara Brasil dan Jerman.

Sebelum akhirnya meraih emas, Brasil sempat mendapat sorotan tajam. Tampil di hadapan publik sendiri, Neymar dkk. justru memulai dengan tidak meyakinkan setelah diimbangi Afrika Selatan dan Irak di dua laga pertama dengan skor 0-0.

“Kemarin kami dikritik,” ujar Neymar merujuk pada start kurang meyakinkan Brasil di Olimpiade seperti dikutip dari Reuters.

“Kami sudah menjawabnya dengan sepakbola yang bagus,” lanjut penyerang Barcelona itu.

“Kami punya pemain yang sangat berdedikasi, profesional, dan dengan teknik yang hebat. Saya akan pergi dengan sensasi telah menuntaskan tugas,” ucap Rogerio Micale. ( yn)

 

 

 

Editor  : ardi

Sumber : kordanews.com

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here