KORDANEWS – Provinsi Sumatera Selatan sebagai penyandang predikat zero conflict. Hal ini ternyata dinilai Pemprov Sumsel sehingga dimanfaatkan sebagai lokasi para teroris untuk mengatur strategi untuk melaksanakan aksinya. Seperti terjadinya penangkapan dua belas teroris, pada Minggu lalu (10/12).
“Kita sudah terkenal zero conflict. Jadi dimanfaatkan teroris, mereka menggunakan wilayah kita untuk atur strategi, siapkan kebutuhan untuk terorisme tapi bukan Sumsel yang jadi tujuan mereka. Mereka lakukan aksinya di daerah lain. Ini yang harus kita waspadai,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumsel Richard Chahyadi
Untuk itu, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan Forum Koordinasi Intelejen Daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama se-Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (14/12).













