Parmin mengungkapkan, data kelulusan yang keluar dalam sistem, diurut berdasarkan nilai. Sedangkan data kelulusan manual, diurut berdasarkan jumlah kuota asrama.
Asrama yang disediakan pihak sekolah berjumlah 396 siswa yang akan menempati 11 kelas. Terbagi atas 182 siswa perempuan dan 214 siswa laki-laki. Kuota inilah yang membuat belasan siswa yang awalnya dinyatakan lulus di online, tapi tidak lulus di berkas sekolah.
Karena sistem kelulusan online, tersusun berdasarkan nilai tertinggi, bukan berdasarkan kuota asrama.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo belum bisa dikonfirmasi karena sedang berada di luar kota. Sedangkan staff ataupun bawahannya belum mau berkomentar terkait hal ini.
Editor: Janu













