KORDANEWS — Jajaran Ditrektorat Kriminal Reserse Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, berhasil menangkap Suwito alias Didin Sugianto di Kabupaten Pasuruan, Jawa timur salah satu pelaku perampokan toko emas Gelumbang Jaya dan Permata di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim (11/1/17) lalu, artinya masih ada satu lagi pelaku yang belum tertangkap alias DPO dengan inisial BD.
Pelaku perampokan emas seberat tiga kilogram ini berjumlah empat orang masing-masing Indra Lefi yang berhasil ditangkap massa usai melakukan aksi perampokan, Sudikdo tewas dihajar massa, dan BD (DPO) dan Suwito alias Didik Sugianto ditangkap di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Jumat (19/1), lalu tidak hanya ini Subdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel juga menangkap Sumalianto rekan tempat pelaku menitipkan senjata api.
Dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa sisa emas hasil rampokan yang sudah dilebur menjadi emas batangan seberat 336 gram dan uang sebesar lima puluh juta senjata api jenis FN dan alat untuk melebur emas.
Pengakuan Indra Lefi (41) salah satu pelaku mengaku saat beraksi dirinya bertugas melihat situasi disekitar toko dengan berjaga – jaga diluar toko sedangkan tiga temannya melakukan eksekusi dengan menggunakan senjata api rakitan yang sudah disiapkan sebelum melancarkan aksi.
“Saat itu, Didik yang menembakan Senjata ke arah toko sebanyak dua kali tembakan setelah itu kami pecahkan etalase tempat emas dipajang langsung kami raup emasnya setelah itu kami lari, saya bersama Sudikdo naik motor, namun motor yang kami naiki terjatuh dan kami digebuki massa,”katanya saat dihadirkan di halaman Mapolda Sumsel Senin (29/1).
Sedangkan pengakuan dari Suwito alias Didin Sugianto mengakui saat beraksi didua toko emas di Kecamatan Gelumbang dirinya lah yang meletuskan senjata api tapi tidak diarahkan kan kepada korban melainkan diarah samping.
“Pistol itu milik Anang, tapi sebelum digunakan saya titipkan dirumah Sumalianto di Batu Marta, saya tidak tahu dimana itu Batu Marta yang jelas disana saya titipkan Sumalianto saya kasih uang satu juta,”katanya.
Dijelaskannya, total emas yang berhasil dirampok seberat satu kilogram dan sudah dijual kepada seorang diwilayah Jakarta dengan harga 250 juta dan uangnya sudah digunakan untuk keperluan biaya mengurus tahlilan sang adik Sudikdo yang tewas dimasa usai melakukan aksi perampokan.













