Presiden ingin prestasi pada dua tahun terakhir ini bisa berlanjut dalam penanganan karhutla.
Jokowi juga ingin pembentukan satgas penaganan karhutla melibatkan masyarakat dan perusahaan, bupati/walikota, gubernur, pangdam, danrem, dandim, kapolda, kapolres yang ada di daerah.
“Jadi yang efektif kita lakukan adalah gerakkan seluruh perusahaan, masyarakat, dan organisasi-organisasi yang sampai di bawah. Di polri sampai Babinkamtibmas, di TNI sampai Bambinsa. Ini akan efektif untuk gerakkan masyarakat, perusahaan,” katanya.
Presiden juga mengungkapkan bahwa negara tetangga tidak komplain lagi masalah asap dalam dua tahun terakhir ini.
“Saya ketemu PM singapura, PM Malaysia, pasti komplain yang masuk ke saya, asap, pasti, tapi pada 2016-2017 kemarin bertemu terakhir di India, dua orang PM sudah salami kita. 2018, seperti 2016-2017, saya sudah ngomong, saya sudah jamin,” katanya.
Untuk itu, Presiden mengingatkan agar pada tahun ini tidak terjadi bencana asap lagi karena dirinya telah berjanji kepada PM Singapura dan PM Malaysia.
“Begitu ada asap, muka kita ditaruh di mana,” kata Presiden mengingatkan.
Editor: Janu













